45 Tahun Puisi Cinta Bernard dan Lenny

“12 Bulan yang Tak Terlupakan”
Aku selalu ingat padamu
Jatuh cinta yang pertama kali, dalam hati kusimpan cintaku padamu
Hujan rintik-rintik yang tak terlupakan, sampai saya teringat padamu
Beribu-ribu tetesan air hujan , pertama kali saya berjalan bersamamu di bawah rintikan hujan
Air hujan membasahi badanmu, angin sepoi-sepoi menghempas rambutnya yang panjang
Dengan diam-diam menyapa rambutmu dan angin sepoi2 memperindah matamu yang indah
Jembatan kasih yang tak terlupakan sehingga membuatku selalu mengingatmu
Satu kata darimu, kata itulah yang kutunggu-tunggu
Aku cinta padamu..

Sepucuk puisi romantis berbahasa mandarin itu dibacakan oleh Bernard Wongsolinus kepada Lenny di hadapan puluhan umat yang hadir saat misa wilayah St. Theresia Avila, Rabu (23/01) lalu. Tepuk tangan dan sorak sorai bersambut setiap bait usai dibacakan. Senyum merekah Bernard dan Lenny menyiratkan kebahagiaan yang tak lekang oleh usia.

Bapak Bernard Wongsolinus dan Ibu Lenny merayakan ulangtahun ke-45 pernikahan pada Misa Wilayah St Theresia Avila, Rabu (23/1)

Puisi indah ini merupakan rangkuman dari surat-surat cinta Bernad dan Lenny yang sudah ditulis sejak 1974, tahun dimana mereka berdua mengucapkan ikrar setia pernikahan di hadapan gereja.

“Perjalanan selama 45 tahun ini tentu tidak mudah. Banyak suka dan duka pastinya kami alami selama ini, tetapi Puji Tuhan dengan pertolongan Tuhan semua bisa dilewati,” ujar Bernard.

Berbalas-balasan surat dilakukan Bernard dan Lenny sejak dahulu. Setiap kenangan yang indah disampaikan melalui secarik kertas. Dan ternyata hal yang sederhana namun bermakna, dengan tetap mengandalkan kekuatan Tuhan, mengantarkan mereka mengarungi gelombang perkawinan selama 45 tahun lamanya.

(Teks dan foto :  Indah Friska)