“Mengosongkan Diri Menjadi Humus Kehidupan”

Rangkaian Pekan Suci Perayaan Paskah diawali dengan Misa Palma. Misa ini mengenang masuknya Yesus masuk ke kota Yerusalem mengendarai seekor keledai dan dielu-elukan dengan lambaian daun palma. Nuansa merah menghiasi altar dan ruang gereja dengan hiasan daun palma. Corpus pada salib dan patung Bunda Maria serta Santo Yosef ditutupi juga dengan kain merah.

Arak-arakan Misa Palma

 

Dalam misa kedua hari Minggu (14/4)  di Gereja Santa Teresia Jambi yang dipimpin Pastor Kepala Paroki  Romo Pius Pujowiyanto, SCJ, arak-arakan dimulai dari pintu utama gereja. Romo beserta para prodiakon memercikan air suci sebagai tanda pemberkatan kepada umat yang melambai-lambaikan daun palmanya.

Misa Minggu Palma ini juga dikenangkan kembali kisah sengsara Yesus Kristus (pasio) secara apik oleh Wilayah Hati Kudus Yesus.

Pemberkatan Palma
Pasio dari Wilayah Hati Kudus Yesus

 

Romo Pujo, dalam homilinya menyatakan, Yesus dalam pasio tersebut hanya sedikit sekali berbicara, namun demikian apa yang disampaikan seluruhnya mengandung kebenaran. Yesus ternyata menyerahkan dirinya kepada para prajurit untuk dihukum mati di kayu salib bukan dipaksa melainkan dari kesadaran.

“Kematian orang benar yang menyerahkan nyawanya kepada Tuhan, itulah yang harus kita pelajari dari Tuhan Yesus,” ujar Romo. Ia mengibaratkan merendahkan diri dan mengosongkan diri sebagai manusia ibarat “humus” kehidupan.

“Daun-daunan jatuh ke tanah membusuk menjadi humus. Itu memberikan kesuburan kepada tanah. Begitu juga dengan kehidupan manusia, semakin merendahkan diri akan memberikan manfaat,” ucap Romo Pujo.

Apakah manusia bisa diselamatkan? Dalam Injil Lukas digambarkan dengan jelas bahwa ada dua penjahat yang juga disalibkan bersama Yesus. Namun, hanya satu yang dapat masuk ke dalam kerajaan Surga. Ia adalah manusia yang memiliki iman dan percaya kepada Yesus, imbuh Romo Pujo.

Kemeriahan Misa Palma juga tampak di Gereja Santa Maria Ratu Rosario Selincah. Misa Palma diselenggarakan dua kali pada hari Sabtu dan Minggu. Arak-arakan dimulai dari Goa Maria yang berada di halaman gereja yang disambut umat dengan antusias.

 

Setelah Minggu Palma, rangkaian pekan suci Paskah akan dilanjutkan dengan Misa Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah, dan puncaknya pada Minggu Paskah. Pada hari Jumat Agung (19/4), pagi harinya akan digelar drama kisah penyaliban Yesus di Gereja St. Teresia Jambi. Drama ini akan dipersembahkan oleh Komunitas Karyawan Muda (KKMK) dan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Teresia Jambi.

 

Tim Peliput : Friska Indah, Duanto A. Sudrajat, Desi Veronika, Martha Pandiangan.

 

 

 

Please follow and like us: