Pedoman Dewan Pastoral Paroki (PDPP)

Pedoman  Dewan Pastoral Paroki (PDPP) yang baru ini disusun untuk menggantikan PDPP 2003. Ada beberapa hal yang direvisi dan lebih menekankan peran konsultatif dari Dewan Pastoral Paroki.  Dengan diterbitkannya PDPP yang baru ini diharapkan dapat memberi arahan yang lebih praktis untuk menciptakan organisasi dan tata kelola paroki yang makin melayani dan melibatkan peran serta umat.

Ada beberapa hal yang perlu diberi catatan khusus dalam PDPP baru ini:

  • Latar belakang dari PDPP yang baru ini adalah skala prioritas hasil Sinode Keuskupan Agung Palembang tahun 2009 yaitu “Mereorganisasi dan merevitalisasi lembaga-lembaga pelayanan pastoral, SDM dan sarana serta prasarana.”
  • Dalam PDDP yang baru ini Dewan Patoral Paroki Harian diharapkan lebih sering bertemu untuk menanggapi keprihatinan dan kebutuhan pastoral yang dirasakan oleh umat. Maka dalam menyusun program kerja hendaknya berdasarkan data dan karakter umat, juga dalam usaha menanggapi keprihatinan, kebutuhan dan harapan umat. Dengan demikian Program kerja disusun dan dilaksanakan untuk membawa suatu prubahan dan perkembangan hidup menggereja.
  • Para imam bersama anggota Dewan Pastoral hendaknya bekerja sebagai tim. Maka Pastor Pembantu, karena kharisma tahbisan imamat, aktif berperanserta dalam kepemimpinan umat sebagai gembala, sebagai pembantu Pastor Kepala dan dalam kepemimpinan Pastor Kepala. Sesuai dengan Hukum Gereja, Pastor Kepala adalah pemimpin dan gembala utama paroki (KHK 515). Pastor Kepala disebut Ketua Umum, sementara Pastor Rekan disebut Wakil Ketua Umum. Penting untuk diingat, bahwa dalam rangka pemberdayaan umat, dipakai pastoral berdasarkan data dan kharakter umat.
  • Segala sesuatu yang berkaitan dengan keuangan dalam menjalankan tata kelola paroki mengacu pada Buku PEDOMAN KEUANGAN PAROKI KEUSKUPAN AGUNG PALEMBANG.

Semoga PDPP yang baru ini bisa menjadi panduan  agar organisasi dan organisme paroki-paroki di Keuskupan Agung Palembang semakin kokoh, karena dibangun atas persekutuan umat  yang diberdayakan oleh Daya Ilahi, yakni Roh Kudus, yang menggerakkan kita semua kita untuk semakin setia pada Kristus dan pada masyarakat serta negara kita.