41 Siswa-siswi Katolik di Jambi Ikut Rekoleksi di Rantau Rasau, Siapkan Kegiatan Follow Up

 

Suasana rekoleksi siswa-siswi Katolik di Rantau Rasau. (Maroya/Rexy)

41 Siswa-siswi Katolik di Jambi Ikut Rekoleksi di Rantau Rasau

SiapkanKegiatan Follow Up
PAROKITERESIA.COM, JAMBI – Suasana halaman Gereja Katolik Santa Teresia Jambi pada Sabtu (17/8/2019) sekira pukul 11.00 WIB berbeda dari biasana. Suara riuh rendah terdengar dari puluhan anak muda yang sedang berkumpul.
Akhir pekan lalu, sebanyak 41 siswa Katolik di Kota Jambi bersiap-siap berangkat untuk mengikuti rekoleksi di Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama dua hari, 17-18 Agustus 2019.
Mereka merupakan siswa-siswi beragama Katolik yang bersekolah di sekolah negeri dan swasta, selain sekolah Xaverius Jambi.
Bersama-sama menggunakan mobil, para siswa ini menempuh perjalanan sekira 4 jam untuk sampai ke lokasi rekoleksi, bersama Ibu Teresia Ari dan Ibu Tri Wahid sebagai pembimbing agama.
Mereka disambut dengan senyuman umat Stasi Gereja Santo Petrus, Rantau Rasau.
Rombongan dari Jambi ini diberi tempat untuk beristirahat sejenak dan membersihkan diri.
Momen saling mengenal
Pada pukul 18.00, semua siswa telah berkumpul di tenda depan Gua Maria Ratu Rosario. Kegiatan pertama yaitu Jalan Salib.
Setelah Jalan Salib, peserta rekoleksi makan malam yang telah disiapkan umat stasi yang juga telah berkumpul di sana.
Suasana ceria terlihat saat makan malam. Saling bercerita, bercanda.
Waktu santai itu digunakan untuk saling mengenal satu sama lain, seperti makna rekoleksi, yaitu berkumpul kembali.
Memang, meski tinggal dalam satu kota, masih ada siswa Katolik yang belum saling mengenal. Dan makan malam menjadi momen yang tepat untuk itu.
Selanjutnya, peserta berkumpul kembali di depan Gua Maria untuk mendengar dan memahami materi dari RmAntonius Dwi Raharjo SCJ.
Rm Dwi, panggilan akrabnya, memberikan materi dengan akrabnya.
Mereka yang duduk di depan Gua Maria itu belajar, bermain, bernyanyi, hingga berbagi keluhan hati selama mereka menjadi siswa minoritas di sekolah masing masing.
Sharing pengalaman mengalir dari para siswa, sehingga teman-teman lainnya mengetahui keadaan siswa Katolik di tiap sekolah.
Acara ada hari pertama malam itu kemudian ditutup. Para siswa serta pembimbing beristirahat di temat menginap (asrama) masing-masing.
Bertambah seru
Acara pada hari kedua bertambah menarik, Minggu (18/8/2019).
Peserta rekoleksi telah bangun pukul 04.00 WIB. Mereka mempersiapkan diri untuk kegiatan selanjutnya pada pukul 06.00 WIB.
Acara diawali dengan meditasi dengan bimbingan Ibu Ari. Dalam suasana hening, siswa-siswi Katolik ini diajak untuk mendalami makna hidup.
Setelah itu, peserta melakukan Doa Rosario,
Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, sarapan pagi!
Makanan yang disiapkan pagi itu menambah binar wajah para peserta. Di tempat makan, obrolan mengalir di antara mereka, kemudian sambil bermain mereka menunggu Romo Dwi hadir.
Materi pertama hari kedua dimulai. Kali ini, Romo Dwi memberikan materi bertema “Keluarga, Ketakutan, serta Keberanian,”.
Para peserta mendapat pengetahuan untuk .enyelesaikan masalah dengan mengukur serta bersyukur.
Acara semakin seru karena di sela-sela materi dselingi game-game menarik.
Di akhir sesi, pengendapan materi dilakukan agar peserta memaknai arti rekoleksi tersebut.
Tak lama kemudian, sesi istirahat dan menikmati snack sambil menunggu acara penutup.
Rekoleksi siswa Katolik itu kemudian ditutup denan misa bersama umat stasi  Santo Petrus Rantau Rasau, dipimpin Rm Antonius Dwi Raharjo, SCJ.
Dalam perayaan Santa Perawan Maria diangkat ke surga, Rm Dwi mengingatkan bahwa sosok seorang ibu merupakan pahlawan di dunia yang patut mendapat sanjungan.
Setelah misa, peserta bermain, berfoto, hingga tiba saatnya bersiap siap untuk kembali ke Jambi.
Suasana ceria terlihat saat itu, dari awal hingga akhir acara.
Dalam rekoleksi, para siswa-siswi Katolik ini berencana melakukan pertemuan untuk membahas kegiatan selanjutnya (follow up). (Maroya/Rexy)
Please follow and like us: