Gelar Misa 40 Tahun Konggregasi Suster SJD Indonesia

PAROKITERESIAJAMBI.COM – Misa syukur 40 tahun Konggregasi Suster SJD di Indonesia dan 50 tahun hidup membiara Suster Germaine Razafimamonjy, SJD, digelar di Gereja Santa Teresia Jambi, Jumat (4/10/2019 ) pukul 17.30 WIB.

Misa syukur berlangsung bersamaan dengan Misa Jumat Pertama, yang juga bertepatan dengan peringatan Santo Fransiskus Assisi.

Misa dipimpin Rama Pius Pujowiyanto SCJ, dengan empat rama konslebran, yaitu Rm Haryoto, SCJ, dan Rm Andri, SCJ, dari Gereja Santo Gregorius Agung Jambi, Rm Basiran, SCJ, dan Rm Yan Norieeouv, MEP, Pastor Paroki Sindang Curup.

Dalam homilinya, Rm Pujowiyanto menyampaikan tentang ’emas’ yang sesungguhnya.

“Emas yg sesungguhnya adalah hati Yesus yang diberikan kepada umat manusia. Lalu bagaimana manusia menanggapi kasih Tuhan?” ujarnya.

Umat yang mengikuti misa itu terlihat dengan seksama menyimak kata demi kata dalam homili.

Setelah misa, acara dilanjutkan dengan jamuan makan malam bersama dan ramah tamah dengan biarawan-biarawati dan seluruh umat.

Jamuan makan malam dari wilayah Hati Kudus Yesus, sebab Sr Razafimamonjy, SJD, merupakan ‘warga’ wilayah Hati Kudus Yesus.

Mengenal Suster Germaine Razafimamonjy SJD

BANYAK yang belum mengetahui siapa sebenarnya sosok Sr Razafimamonjy, SJD.

Memang, wajahnya populer di kalangan umat Katolik di Jambi, karena kerap bertemu.

Tapi, banyak yang tidak mengetahui siapa sebenarnya Suster Germaine?

Pada 28 September 2019 kemarin, Sr Germaine berbahagia.

Suster yang murah senyum ini merayakan pesta emas hidup membiara.

Merayakan pesta emas, artinya merayakan 50 tahun.

Sampai saat ini, Sr Germaine sudah hidup membiara selama 50 tahun.

“Aku bersyukur kepada Dia,karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini padaku,” tuturnya.

Kalimat penuh syukur itu diucapkan Raivo, nama kecil Sr Germaine Razafimamonjy, sebagai wujud syukurnya pada pesta emas hidup membiara.

Siapa sebernarnya Raivo?

Sr Germaine Razafimamonjy SJD merupakan putri sulung dari lima bersaudara, 1 putri dan 4 putra.

Sr Germaine merupakan putri pasangan dari Razafimamonjy Marie Joseph (almarhum ayah) dan Rasimbola Germaine (ibu).

Kaul pertama hidup membiara Sr Germaine Razafimamonjy, SJD, ini di Madagaskar, pada 25 September 1969.

Perjalanan pelayanannya ke Indonesia dimulai 10 tahun kemudian.

Pada 2 September 1979, Sr Germaine tiba di Sumatera, Indonesia.

Pada 15 September 1979, Sr Germaine tiba di Palembang.

Kemudian oleh Pastor Yan Norieeouv, MEP, Sr Germaine dibawa ke Blitang, Sumatera Selatan.

Pastor Yan Norieeouv, MEP, merupakan misionaris dari Perancis yang saat ini telah berusia 94 tahun.

Pastor Yan Norieeouv sudah menjadi warga negara Vietnam selama 25 tahun. Dan sampai saat ini dia juga sudah 30 tahun berkewarganegaraan Indonesia.

Hingga 2019, Pastor Yan sudah 43 tahun berkarya sebagai misionaris di Indonesia.

Romo Oppung, sapaan akrab Pastor Yan Norieeouv, MEP, merupakan Pastor Paroki di Sindang Curup. (Vinsen Munthe)

Please follow and like us: