Meriahnya Keberagaman Dalam Iman

Perayaan santa pelindung paroki St. Teresia Jambi diperingati pada tanggal 01 Oktober 2018. Pada tahun ini, perayaan santa pelindung paroki diadakan dengan meriah di hari Minggu tanggal 30 September 2018, khususnya pada misa siang pukul 09.00 WIB dan misa sore jam 17.00 WIB. Tema yang diambil adalah “Keberagaman dalam Iman”.

 

Perayaan Ekaristi pada pukul 09.00 WIB dipimpin oleh Rm. Pius Pujowiyanto, SCJ. Dimulai dengan perarakan petugas liturgi (misdinar, prodiakon, suster, lektor dan pemazmur), petugas pembawa vandel 12 wilayah yang diwakilkan oleh masing-masing perwakilan dari wilayah hingga Romo. Pantun bersambut di depan gerbang gereja  dibawakan oleh Bpk. Agus, yang berisikan pantun pembuka, pantun berunsurkan pertanyaan yang disambut oleh romo dan pantun penutup yang mengajak umat untuk masuk merayakan perayaan Ekaristi, mengawali perayaan Ekaristi dengan memasukan salah satu konsep adat dan bahasa Jambi tersebut.

Burung merpati sebagai tanda perdamaian dan kebebasan pun juga hadir dalam perayaan Ekaristi ini. Sebanyak 50 ekor burung merpati dilepaskan bersama-sama oleh romo, suster, petugas pembawa persembahan, termasuk aparat kepolisian yang bertugas. Tarian dan musik khas Flores yang dibawakan oleh anak-anak dari sanggar Gong Waning Flores serta lagu pembukaan dari anak-anak BIAK Santa Maria Ratu Rosari mengiringi perarakan masuk. Umat terlihat memadati gedung gereja terlihat dari banyaknya kursi tambahan yang diambil dari falam gedung paroki. Setelah arak-arakan selesai, Perayaan Ekaristi dimulai dengan khusuk dan hikmad.

 

Dalam homilinya, Romo Pujo mengajak umat melihat siapa Santa  Teresia, yang juga merupakan pelaku sejarah dan warga gereja yang merupakan bagian dari murid Yesus sama seperti kita umatNya, dan betapa berharganya kita. Romo Pujo juga berkata ,”Barangsiapa yang memiliki hati yang tergerak untuk memberi makan dan minum kepada yang lapar dan haus, mereka akan menerima upahnya. Karena yang berharga itu adalah yang memberi dan menerima seperti dalam Injil hari ini yaitu Sesungguhnya, barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan ganjarannya. Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu dibuang ke dalam laut.”

 

Romo mengajak  umat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat.  “Gunakanlah tangan, kaki, dan matamu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan membawa kita masuk Kerajaan Allah. Semuanya itu digerakkan oleh hati dan pikiran. Jika hati dan pikiran sudah berpikiran kurang baik, maka tangan, kaki dan matamu ikut melakukan hal yang sama, jika seperti itu, maka penggallah, sesuai dengan Injil hari ini.”

Sesuai dengan tema, perayaan Ekaristi ini juga  bernuansa nusantara. Para penari dan peseta arak-arakan mengenakan  beragam pakaian adat, Petugas pembawa persembahan mengenakan baju adat Batak, Flores, Tionghoa, Nias dan Jawa. Isi persembahan yang dibawa pun beragam  dan  diiringi dengan  tarian persembahan.

Dalam perayaan Ekaristi yang istimewa ini juga dilakukan pembaharuan janji perkawinan untuk pasutri yang menerima sakramen perkawinan di bulan September. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja seksi keluarga DPP dan akan dilaksanakan setiap bulannya. Selain itu diumumkan juga pemenang perlombaan Lektor, Pemazmur, dan Lomba Cerdas Cermat Katolik  dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional 2018  oleh panitia di akhir misa.

Kemeriahan terus berlanjut. Setelah misa digelar  Pesta Rakyat dengan menggelar beraneka macam panganan persembahan setiap wilayah. Dengan koordinasi ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia setiap wilayah menyediakan panganan yang telah ditentukan. Pada misa siang ini, ada tujuh madam panganan yang disiapkan oleh tujuh wilayah.

Panganan murah namun sehat itu seperti risol, pisang rebus, bakwan, lappen, tahu isi, jagung rebus, dan ubi rebus. Sungguh meriah…!

(Indah Friska)

 

Please follow and like us: