Orang Muda Katolik Diajak Perangi Hoaks

Seiring dengan berkembangnya teknologi, laju penyebaran informasi berlangsung dengan sangat cepat. Informasi yang diterima kadang dengan mudahnya disebarkan tanpa mencermati kembali kebenaran informasi tersebut. Bila yang disebarkan adalah berita hoaks atau berita palsu maka dapat berakibat fatal dan mendapat konsekuensi hukum.

“Sebagai kaum muda Katolik harus pandai memilah dan memilih informasi yang diterima. Terlebih berita elektronik harus diperiksa kembali keasilan informasinya,” tutur Suster Agnes, SJD dalam Gathering Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Teresia Jambi, Minggu (24/2). Acara yang digelar sejak Sabtu di SMP/SMA Xaverius I Kota Jambi ini juga diikuti oleh peserta dari stasi-stasi.

Literasi kaum muda  perlu ditingkatkan agar memiliki pengetahuan yang cukup.  Dengan kemampuan intelektualitas yang mandiri pembaca mampu memilah suatu berita atau informasi. Kaum muda juga diharap tidak menjadi penyebar informasi  yang diragukan kebenarannya.

“Kadang kita menerima pesan yang memaksa. Misalnya, ‘jika tidak mengirim ke 10 orang lainnya maka anda akan mendapatkan sial 7 turunan’. Ini pesan diabaikan saja karena nasib manusia ada di tangan Tuhan,” pungkas Suster Agnes.

Kegiatan bertema Gathering OMK Full Of Love ini diikuti 70-an peserta. Acara diawali dengan malam keakraban (makrab) yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi  yang dimoderatori Romo RD Aloysius De Monfort, Pr.

Dalam kesempatan ini Romo Aloysius juga menyampaikan tentang pertemuan rutin dwitahunan distrik Singkut, Jambi, Bungo (Sijambu). Romo mengajak peserta untuk dapat berpartisipasi dalam Sijambu 2019 yang diadakan pada Juni mendatang di Singkut.

(Teks dan Foto : Silvia Yohatin)

Please follow and like us: