Rekoleksi ‘Aku Dikasihi’, Wujud Perhatian Gereja untuk Pelajar Jambi

Sebanyak 40-an pelajar tingkat SMA/SMK dari berbagai sekolah bersukacita bersama dalam rekoleksi gabungan di Kampoeng Organik, Kamis (8/3). Rekoleksi bertema ‘Aku Dikasihi’ ini ditujukan untuk pelajar dari sekolah negeri dan swasta non Yayasan Katolik.

Rekoleksi yang dimulai sejak pukul 08.00 ini diisi dengan beragam kegiatan menarik seperti permainan kelompok yang membangun kekompakan dan kebersamaan dalam suasana ceria. Dibimbing oleh Sr. Agnes, SJD, peserta diberikan semangat motivasi dan perenungan.

Sr. Agnes,SJD bersukacita dalam permainan kelompok

Para remaja diingatkan kembali untuk bertanggungjawab dalam menggunakan kebebasannya. Pilihan dalam hidup harus sesuai dengan tujuan di masa depan. Dalam sesi perenungan Sr. Agnes juga menghimbau untuk selalu menghormati orang tua yang telah memberikan segalanya demi kebaikan anak-anaknya.

Rekoleksi gabungan ini diinisasi oleh guru pembimbing pelajaran Agama Katolik di SMA/SMK Negeri yakni Tri Wahid Agustini dan Theresia Ari. Keduanya tergerak untuk mengadakan kembali rekoleksi pelajar gabungan yang sudah tiga tahun terakhir tidak diadakan.

“Acara ini berawal dari keprihatinan kami terhadap minimnya perhatian terhadap pelajar Katolik SMA/SMK negeri dan non-Yayasan Xaverius. Kami selaku guru pembimbing agama Katolik kemudian berkoordinasi dengan Seksi Katekese dan DPP (Dewan Pastoral Paroki) St. Teresia Jambi,” ujar Theresia Ari.

Permainan kelompok melatih kekompakan

Ketua Seksi Katekese Adrianus Bae menyambut baik rencana tersebut. Setelah mendapat ijin dari Ketua DPP St. Teresia Jambi Lie Langgeng, kegiatan mulai dijalankan. Undangan acara yang disebarkan disambut positif oleh sejumlah sekolah.

Seperti  SMA 4, SMA 9, SMK 2, SMA 1, SMK Batanghari, dan SMA 12 mengutus siswa/siswinya untuk berperan serta. “Diperkirakan jumlah siswa Katolik tingkat SMA/SMK negeri dan non Yayasan Xaverius di Jambi ada 70-an anak. Jadi peserta kali ini jumlahnya sudah cukup lumayan karena persiapannya sendiri juga cuma dua hari,” ujar Theresia Ari.

Makan siang bersama disiapkan ibu-ibu WKRI.

Untuk kegiatan lanjutan, imbuh dia, direncanakan akan diadakan retret di Stasi Rantau Rasau akhir Agustus 2019.

Peserta  juga berharap rekoleksi rutin diadakan dan jumlah partisipasi peserta SMA/SMK Negeri di Jambi bertambah banyak agar lebih saling menguatkan. Menjelang siang, acara pun diakhiri dengan makan bersama yang telah dipersiapkan ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) St. Teresia Jambi.

(Teks : Gabriela Maroya, Foto : Jackson Mok)

 

 

 

Please follow and like us: