“Tuhan Tidak Mau Melupakan Seorang pun..”

Setelah hari perayaan Orang Kudus pada tanggal 1 November, Gereja menetapkan hari untuk mengenang dan mempersembahkan doa-doa atas semua orang beriman yang telah meninggal dunia namun masih berada di Api Penyucian, dengan harapan agar merekapun dapat bergabung dengan Orang Kudus di Surga. Hari ini , disebut dengan Hari Arwah (All Souls Day), tepatnya pada tanggal 2 November.

Memperingati Hari Arwah, umat Paroki St.Teresia dan Paroki St.Greorius Agung merayakannya dengan perayaan Ekaristi di Pemakaman Katolik Paal X Jambi . Umat yang datang membawa bunga, lilin dan air yang diletakkan di pinggir pendopo sebagai “oleh-oleh” untuk sanak saudara yang telah meninggal. Sebelum dilangsungkan Misa Arwah, umat melakukan  Doa Rosario Koronka pada pukul 14.30 dan dilanjutkan dengan Doa Kerahiman Ilahi.

Pada pukul 15.00 , hujan turun sangat deras. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat para umat yang terus berdatangan ke pemakaman. Juga tampak petugas tata laksana dari Wilayah Fransiskus Asisi yang rela berbasah-basahan demi melayani umat yang baru tiba agar mendapatkan kursi untuk duduk selama misa berlangsung.

Perayaan Ekaristi untuk memperingati arwah orang beriman dipimpin oleh Rm Pius Pujowiyanto, SCJ dengan konselebran Rm.YohanesHaryoto, SCJ , Rm Antonius Dwi Raharjo, SCJ , Rm Gregorius Wahyu Wurdiyanto, SCJ dan Rm Wahyu Tri Haryadi, SCJ. Misa dimulai pada pukul 15.10 sore dan diikuti kurang lebih delapan ratus umat.

Dalam Homilinya, Romo yang kerap kali dipanggil Rm Pujo ini menyampaikan bahwa jika kita masih punya semangat, kerinduan,keinginan, mengenang mereka yang telah dipangil Tuhan, apa yang hidup didalam batin, dalam pikiran kita ini bersumber dari Allah sendiri.

“Tuhan tidak mau melupakan seorang pun. Yang telah Kudus dan layak bersatu dengan Para Kudus, masuk kedalam Keluarga Allah. Mereka yang belum masuk dalam persekutuan inilah, sering kali disebut mereka yang masih menderita atau jiwa-jiwa yang malang. Kalau Tuhan sendiri tidak tega terhadap mereka yang menderita, maka saat kita mengingat saudara-saudari yang belum bersatu dengan Para Kudus, kitapun juga memiliki Kasih seperti Allah” homili Rm Pujo.

Setelah berkat penutup, para Romo dan Pro-Diakon memerciki bunga, air, dan lilin yang dibawa oleh umat. Meskipun hujan deras, umat tetap mengunjungi makam sanak saudari mereka, menaburkan bunga dan air yang telah diperciki, menghidupkan lilin yang diteduhkan, serta berdoa bersama di samping makam.

Namun ada umat yang juga menaburkan bunga dan berdoa di makam yang tidak dikunjungi oleh sanak saudaranya. Semoga arwah saudara/i kita yang telah mendahului kita meninggalkan dunia ini selalu diberkati, dilindungi, dan diberikan kebahagiaan Kekal oleh Allah Bapa bersama Para Kudus di Surga. Amin.  (Teks : Elizabeth Dian Simanjuntak)

Please follow and like us: