Pentahbisan Imamat Antonius Manik di Jambi, Pastor yang Dahulu Pernah Sekolah di SMP Muhammadiyah

Pentahbisan Imamat Antonius Manik di Jambi, Pastor yang Dahulu Pernah Sekolah di SMP Muhammadiyah

Pastor Antonius Manik melambaikan tangan saat berada di depan pintu Gereja Santo Gregorius Agung Jambi, Kamis (11/7/2019). (Tribun Jambi/Dedy Nurdin)

 

TERIK panas masih terasa siang itu di kompleks Gereja Santo Gregorius Agung Jambi, meski berada di bawah tenda terpal. Puluhan orang tampak duduk rapi di atas kursi plastik.

Di sisi lain kompleks, beberapa ibu yang mengenakan pakaian kebaya dan rambut bersanggul, tengah menggendong anaknya. Mereka sebentar-sebentar berdiri sambil mengipas-ngipaskan selendang.

Mereka yang duduk di sana tampak fokus menatap layar televisi, menyaksikan proses Perayaan Ekaristi Sakramen Imamat Diakon Antonius Manik.

Suara khotbah Uskup Agung Mgr Aloysius Suharso SCJ dari dalam gereja, terdengar dari speaker di samping televisi dan ujung tenda.

Semua umat Katolik yang hadir di Gereja Katolik Santo Gregorius Agung terlihat fokus menyaksikan prosesi pentahbisan, meski cuaca di luar gereja di Jalan Lingkar barat, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi itu sangat panas.

Kamis (11/7/2019) siang merupakan sejarah baru diangkatnya Diakon Antonius Manik menjadi Imam di Paroki Santo Gregorius Agung Jambi oleh Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ.

Pesan Uskup Agung Palembang

Seperti sebuah hari kelahiran baru, begitulah kalimat penyejuk yang disampaiakan Mgr Aloysius Sudarso dalam sambutannya di hadapan para umat Katolik yang hadir.

“Pentahbisan imam baru seperti kelahiran baru, ada yang datang bersuka cita,” katanya.

Ia menyanjung Imam Antonius Manik yang baru dilantik.

Mgr Aloysius Sudarso SCJ mengatakan seorang imam lahir dari keluarga.

“Dari didikan di dalam keluarga, yang kemudian bisa memberikan imam-imamnya mengabdi untuk umat,” tuturnya.

“Saya berharap keluarga Katolik bagai mana bisa melanjutkan imam Kristus di manapun berada. Terimakasih kepada bapak-ibu memberikan Romo Manik kepada saya. Maka jangan sering disuruh pulang,” ujarnya disambut riuh jemaat yang hadir.

Pentahbisan Imamat Antonius Manik di Gereja Santo Gregorius Agung Jambi
Pastor Antonius Manik di Gereja Santo Gregorius Agung Jambi, Kamis (11/7/2019). (Tribun Jambi/Dedy Nurdin)

“Saat ini Romo Manik sudah menjadi imam yang akan melayani seluruh umat di keuskupan ini. Itulah pengorbanan bapak-ibu,” sambungnya.

Ia mengatakan pengangkatan imam diibaratkan hari yang baru. Seperti pagi hari yang disambut burung berkicau, ayam berkokok dan suasana sejuk.

Seperti itulah kondisi menyambut Imam yang akan membawa hari baru pada umat di paroki Santo Gregorius Agung Jambi.

“Pada saat lahir disambut tapi kita harus menempuh hidup berpanas-panasan. Imam harus berjuang bersama umat berpanas terik, membawa Kristus di perjuangan ini. Semoga hari ini membawa berkah bagi semua umat di keuskupan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pastor Antonius Manik yang baru saja ditahbiskan menjadi Imam, menyampaikan rasa syukurnya karena upacara pentahbisan imam merupakan pertama kali di laksanakan di Paroki Santo Gregorius Agung Jambi.

“Saya bersyukur karena ditahbiskan di paroki asal saya. Tahbisan perdana di paroki ini. Ini bersejarah dalam hidup saya,” ujarnya.

Dengan kerendahan hati, Pastor Antonius manik mengatakan masih banyak orang hebat dan berbakat dari dirinya, namun Tuhan memanggilnya untuk menjadi Imam.

“Ini bukan prestasi, tapi Tuhan memberikan anugerah dalam kehidupan saya. Ini berat tetapi akan terasa ringan jika bapak ibu mau bekerjasama dan mendoakan saya,” ujarnya.

Disambut empat tarian

Usai menjalani upacara pentahbisan, Pastor Antonius Manik yang pernah menempuh sekolah di SMP Muhammadiyah Sungai Bahar tahun 2003-2005 ini berjalan keluar gereja untuk ikut makan bersama umat yang hadir.

Sepanjang perjalanan menuju keluar gereja, dia didampingi dua orang tuanya.

Imam yang dikenal ramah ini pun dihadiahi cinderamata empat komunitas umat di gereja tersebut.

Diawali dengan pemberian cinderamata dan tarian tradisi  warga Tionghoa, kemudian dilanjutkan pemberian cinderamata dan iringan tari tradisi warga Jawa.

Di depan pintu gereja, Pastor Antonius Manik disambut dengan tarian Maumere dan pemberian cinderamata, kemudian ditutup pemberian cinderamata tradisi warga Batak dan diiringi tarian.

Pastor Antonius Manik sesekali terlihat ikut menggoyangkan tangan menikmati tarian dan mendapat sambutan meriah dari umat.

Ketua Panitia Pentahbisan Imamat Antonius Manik, Isa Maranata, mengatakan empat tarian dan cinderamata tersebut merupakan perwakilan dari empat komunitas umat Gereja Katolik Santo Gregorius Agung Jambi.

“Hari ini pentahbisan dari diakon menjadi imam penuh. Tanggung jawab sebagai imam selanjutnya untuk menggembalakan umat di parokinya,” ujarnya.

Sosok Pastor Antonius Manik, menurut Isa Maranata, merupakan orang yang supel dalam pergaulan. Ia juga dikenal dekat dengan umat.

“Dalam berkomunikasi, dia masuk ke semua kalangan, ia bisa mengikuti perkembangan zaman,” pungkasnya.

Selamat menjadi gembala umat Katolik, Pastor Antonius Manik. Tuhan memberkati (Dedy Nurdin / Tribunjambi.com /*)

Please follow and like us: