Komsosdok Giatkan Pewartaan Konten Visual

JAMBI, PAROKITERESIAJAMBI.COM – Seksi Komunikasi Sosial dan Dokumentasi DPP St Teresia Jambi akan menggiatkan pewartaan  dalam bentuk visual guna menyampaikan informasi seputar kegiatan gereja dan umat. Reporter diarahkan untuk dapat membuat konten  visual yang informatif dan menarik yang akan diunggah ke media sosial.

Saat ini Komsosdok DPP St Teresia Jambi telah mengelola website dan sejumlah media sosial seperti Instagram, Facebook, dan kanal Youtube. Penggunaan media sosial ini  akan dioptimalkan untuk menjangkau umat dalam memberikan layanan informasi gereja, khususnya generasi muda. Warta Paroki sebagai media informasi mingguan yang dicetak dalam bentuk kertas masih tetap diproduksi.

“Memberikan layanan informasi gereja melalui media sosial penting untuk dilakukan saat ini karena sebagian besar umat, khususnya kalangan muda memiliki akun media sosial. Karena itu reporter harus dilatih untuk memiliki kemampuan untuk dapat mewartakan kegiatan dan membagikannya secara cepat,” ujar Pimpinan Redaksi Komsosdok St Teresia Jambi Novie Hari Putranto saat pelatihan reporter, Minggu (27/1) di gedung paroki.

Pelatihan Jurnalistik Multimedia Komsosdok St Teresia Jambi diadakan pada Sabtu-Minggu (19-20/1) dan dilanjutkan dengan pendalaman materi seminggu kemudian. Pelatihan yang diikuti 25 peserta ini dibuka oleh Ketua Seksi Komsosdok Fransisco Sugeng dan  dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Rm. Antonius Dwi Rahardjo, SCJ, Ign. Bowo Sarjito, Duanto Astro Sudrajat, Sylvia Yohatin dan L Andreas Sarwono.

Secara khusus Rm. Dwi Rahardjo membekali para reporter melalui materi “Spiritualitas Pewarta di Era Digital”. Penyampaian informasi yang benar dan positif sangat dibutuhkan umat untuk memerangi peredaran berita palsu atau hoax.

Pemakai media komunikasi sosial dituntut bersikap selektif berhadapan dengan tawaran-tawaran informasi di media. “Pembinaan suara hati yang tepat menjadi kunci untuk membangun sikap yang tepat pula dalam menggunakan media komunikasi sosial” imbuh Rm. Dwi mengutip dokumen Inter Mirifica, No. 9 yang merupakan pandangan Gereja Katolik terhadap kehadiran media sosial, Sabtu (19/1)

Keesokan harinya, Minggu (20/1), materi jurnalistik multimedia dasar disampaikan kepada peserta meliputi penulisan berita, fotografi, dan videografi dengan menggunakan smartphone. Para peserta pelatihan yang berusia muda ini tampak sangat antusias dalam menjalani pelatihan, khususnya simulasi peliputan dengan menggunakan smartphone.

Dalam simulasi peliputan tersebut, peserta dibagi menjadi empat kelompok yang akan membuat berita, foto, dan video berdurasi satu menit tentang narasumber-narasumber yang ada di dalam gereja.

Tayangan video kegiatan ada tautan berikut : https://youtu.be/Tgxpl097Vyc

(Teks dan Foto : Tim Komsosdok St Teresia Jambi)