Mewartakan Kabar Baik di Tengah Krisis Lingkungan Hidup

“Busurku kutaruh di awan supaya menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi” (Kejadian 9:13)

Dalam pertemuan nasional (Pernas) yang diadakan pada tanggal 18-22 Juli 2016 di Sawangan, Bogor, Lembaga Biblika Indonesia (LBI) sepakat untuk mengusung sebuah tema besar “Mewartakan Injil di tengah Arus Zaman” sebagai arahan selama empat tahun ke depan. Tema itu kemudian dijabarkan dalam empat tema yang lebih khas yang akan direnungkan terutama dalam Bulan Kitab Suci Nasional selama empat tahun mendatang. Adapun keempat tema itu adalah sebagai berikut:

  1. Mewartakan Kabar Gembira dalam Gaya Hidup Modern (2017)
  2. Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan (2018)
  3. Mewartakan Kabar Gembira dalam Krisis Lingkungan Hidup (2019)
  4. Mewartakan Kabar Gembira dalam Krisis Iman dan Identitas Diri (2020)

Tema pertama dan kedua sudah kita renungkan selama bulan Septem-ber 2017 dan 2018. Sekarang ini dalam Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2019 kita memasuki tema yang ketiga, yaitu Mewartakan Kabar Gembira dalam Krisis Lingkungan Hidup. Tema yang ketiga digelar dengan mengambil inspirasi dari ensiklik Paus Fransiskus tentang perawatan rumah kita bersama (24 Mei 2015) “Laudato Si” (“Terpujilah Engkau, Tuhanku”). Dalam Laudato Si Bapa Suci mengatakan bahwa bumi bagaikan seorang saudari yang hidup dengan kita, dan bagaikan seorang ibu yang mengasuh kita. Kini saudari dan ibu bumi ini menjerit karena kerusakan yang ditimbulkan oleh kita yang rakus menjarah segala sumber daya yang dimilikinya. Karena itu, umat Katolik bersama seluruh masyarakat dunia diminta oleh beliau agar bangun dari sikap acuh tak acuh, membuka mata bagi kerusakan bumi, dan mencari penyelesaian bersama dalam mengatasi krisis lingkungan hidup.

Menanggapi seruan beliau, Lembaga Biblika Indonesia berharap agar selama BKSN kita dapat menggali motivasi ekologis yang ada dalam Kitab Suci. Pada gilirannya, motivasi ekologis tersebut mampu memberi visi yang lebih utuh tentang makna bumi, manusia dan semua makhluk ciptaan lainnya, serta memberi motivasi untuk melindungi alam ciptaan dan sesama manusia yang paling rentan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mempersiapkan bahan-bahan untuk mendalami tema ini. Gagasan Pendukung dipersiapkan oleh Pater Martin Harun, OFM sedangkan bahan Pendalaman Kitab Suci, Liturgi, dan lagu pendukung tema dipersiapkan bersama oleh Komisi Kerasulan Kitab Suci Regio Papua. Bahan Pendalaman Kitab Suci disiapkan untuk orang dewasa dan kaum muda, remaja, dan anak-anak. Pada tahun ini untuk Kaum Muda tidak disiapkan bahan pendalaman tersendiri. Kaum muda dan orang dewasa menggunakan bahan pendalaman yang sama.

Kami berharap bahan-bahan yang disediakan dapat membantu seluruh umat untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan memahami kehendak-Nya. Dengan demikian, seluruh umat tetap menikmati kehidupan bersama dengan Allah dan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak-Nya.

RD Agustinus Adi Indiantono  – Sekretaris Lembaga Biblika Indonesia