Minggu Panggilan Sedunia 2019 : “Apapun Panggilanmu Nanti, Cintailah Tuhan Yesus Terlebih Dahulu”

Remaja Katolik  Santa Maria Ratu Rosari (Remaka SMRR) mengadakan rekoleksi berlokasi di area wisata Jambi Paradise, Minggu (12/5). Acara yang diikuti oleh 70-an peserta ini dipandu oleh Suster Martina dan Bunda Marta Tarigan.

Rekoleksi ini selain bertujuan untuk mengembangkan iman di kalangan remaja juga untuk memperingati Minggu Panggilan Sedunia ke 56. Setelah sapaan pagi, pada sesi pertama rekoleksi remaja diajak mengahayati apa yang telah mereka lihat dan apa artinya itu bagi hidup mereka. Mereka kemudian diajak untuk mengenali apa yang mereka perbuat bagi gereja dan apa yang mereka harapkan dari perkumpulan Remaka. Semua itu dituliskan pada selembar kertas yang dibagikan.

Banyak hal dan harapan yang disampaikan. Salah satu jawaban yang menarik adalah janji seorang anak untuk mencintai Tuhan Yesus. Sr. Martina SJD pada sesi terakhir secara khusus membahas mengenai panggilan Tuhan.  Pada sesi ini antusiasme para remaja tidak surut malah semakin bertambah dalam mendengarkan dan mengerjakan tugas yang suster berikan.

Lagi – lagi para peserta membuat Bunda Marta Tarigan merasa haru dan bangga akan jawaban – jawaban yang mereka berikan. Di sesi puncak ini haru biru membuncah saat semua harapan mereka dibacakan.

Ada yang berharap orang tua nya mau bersama-sama mencintai Tuhan, ada yang berharap tidak ada lagi konflik pada keluarga , ada yang berharap ingin lulus sekolah dengan nilai bagus, menjadi atlet internasional, dokter, hingga ada yang berdoa demi kesembuhan temannya.

Cintailah Tuhan Yesus Terlebih Dahulu

Suster Martina dan Bunda  Marta semakin terkesan ketika ada seorang anak yang ingin memiliki impian untuk menjadi biarawati suatu saat nanti.

“Yang terpenting itu mencintai Tuhan Yesus terlebih dahulu, entah mau menjadi apa dalam panggilanmu, menjadi romo, bruder, atau suster ketika mereka besar nanti, namun sekarang yang terpenting mereka harus mencintai Tuhan Yesus Terlebih dahulu,” ucap Sr Martina.

Atas antusiasme dan penghayatan para remaja yang begitu luar bisa, Bunda Marta Tarigan sangat bangga karena benar-benar di luar ekspektasinya. Dalam minggu panggilan ini beliau menyatakan   dalam gereja katolik panggilan itu mutlak adanya. “Bila tidak ada pastur maka tidak akan ada ekaristi. Dan bila tidak ada ekaristi bukan katolik namanya,” ujar dia.

Bunda Marta Tarigan berharap semoga harapan para remaja  yang telah mereka tuliskan dapat terwujud.  Kegiatan pembekalan dan pengembangan iman pada usia dini sangat penting di tengah tantangan yang dahsyat dan banyaknya godaan duniawi yang bertubi – tubi.

“Kegiatan seperti ini sebaiknya di follow up  terus agar komunikasi dan kedekatan antar remaja bisa bertumbuh dan tidak sirna begitu saja,” pesan dia.

Teks dan Foto : Dina Agustin Sisilya