Misa Requiem Korban Jatuhnya Lion Air JT-610

Misa Requiem atau misa arwah digelar untuk mendoakan salah satu korban pesawat Lion Air JT-610 asal Jambi, Janry Sianturi. Isak tangis keluarga korban menyelimuti sepanjang misa yang berlangsung, Selasa, (6/11/2018) siang.

Misa berlangsung di Perumahan Puri Masurai, Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Misa dipimpin Pastor Paroki Gregorius Agung, Rm Yohanes Haryoto.

Di hadapan seluruh umat yang hadir, Rm Haryoto menyatakan bahwa setiap orang yang datang ke dunia, akan berpulang kembali. Namun, kematian adalah misteri yang tidak diketahui saatnya. ”Karena hidup itu berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Kita tidak dapat menentukan kapan hidup akan berakhir,” ujarnya. Ia pun mengajak seluruh umat mendoakan kepergian korban.

Rm Haryoto kepada media menyatakan bahwa Janry merupakan pribadi yang baik dan hendak memulai karirnya sebagai karyawan bank. Ia juga umat yang aktif di Paroki Gregorius Agung Jambi. “Dia anak yang baik dan aktif di Paroki. Jadi ketika dia mengalami kecelakaan Lion Air maka kami sangat terkejut. Sekali lagi bagi kami Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, Terpujilah nama-Nya,” ujar Rm Haryoto.

Suasana di rumah duka keluarga Janry Sianturi, Selasa (6/11)

 

Jenazah Janry tiba di Jambi, Senin malam lalu di Bandara Sultan Thaha Jambi. Kedatangan jenazah korban disambut tangisan dari keluarga. Menurut ayah korban, James Sianturi, Janry adalah pemuda yang baik. Sehari-harinya ia cukup aktif melayani di kegiatan gereja.

Hingga Selasa sore, pelayat masih berdatangan ke rumah duka. James mengatakan, pemakaman akan dilangsungkan Rabu sore.

Sumber berita : Kompas.Id , Foto dan Video : Dedy Jumadi/Kompas TV