Syarat Penerimaan Sakramen Perkawinan

SYARAT –SYARAT ADMINISTRASI PERKAWINAN

A. Gereja

1. Mendaftarkan diri, minimal 3 bulan sebelum hari “ H ” perkawinan
2. Perkawinan di luar Paroki, bisa diurus bersama pastor yang akan menikahkan
3. Dokumen berikut secara lengkap dimasukan ke dalam stopmap dan diserahkan ke Pastor Paroki
a. Mengisi formulir pendaftaran yang ditandatangani oleh Ketua Lingkungan-Wilayah / Stasi tempat tinggal terakhir calon mempelai (3 bulan terakhir)
b. Salinan surat baptis yang telah diperbaharui (bukan photo copy). Tanggal pembuatan surat tersebut tidak lebih dari 6 bulan, diminta di gereja tempat calon mempelai dahulu dibaptis. Bagi yang Kristen, 1 lembar photo copy surat baptis
c. Surat Krisma bagi yang sudah menerima Sakramen Krisma
d. Photo copy sertifikat kursus persiapan perkawinan 1 lembar
e. Pasphoto berpasangan / photo gandeng, ukuran 4 x 6, sebanyak 2 lembar, sebaiknya yang berwarna, posisi pria di sebelah kanan perempuan
4. Keterangan dispensasi beda agama / gereja dari Uskup (diurus Pastor Paroki)
5. Penyelidikan Kanonik oleh Pastor Paroki jika persyaratan di atas telah lengkap (diprioritaskan di Paroki mempelai perempuan)
6. Semua berkas dimasukan di dalam Stopmap

B. CATATAN SIPIL

1. Photo copy (2 lembar) : Akta Kelahiran (yang Asli disertakan / Kenal Lahir), Surat Baptis, KTP, Kartu Keluarga Gereja dan dari Kecamatan, Surat kawin dari gereja (yang asli disertakan)
2. Pasphoto berpasangan / photo gandeng, ukuran 4 x 6, sebanyak 4 lembar, sebaiknya yang berwarna, posisi pria di sebelah kanan perempuan
3. Surat Keterangan Belum Menikah / Pengantar dari Kelurahan setempat (Model N1, N2, N4 ) asli
4. Bagi Anggota TNI / POLRI harus ada Surat Izin dari Komandan
5. Photo Copy KTP kedua Saksi Perkawinan
6. Untuk WNI Keturunan : SKBRI dan SBGN (Surat Ganti Nama)
7. Semua Berkas dimasukan di dalam stopmap.

HAL – HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN MEMPELAI PADA HARI PELAKSANAAN PERKAWINAN DI GEREJA

1. Hadir 15 menit sebelum acara Misa / Pemberkatan dimulai
2. Cincin Kawin dan juga Kitab Suci, Rosario, Salib dinding / duduk
3. Kedua orang tua mempelai atau wali sudah hadir
4. Dua orang saksi perkawinan (tidak harus suami-istri, harus Katolik)
5. Petugas Liturgi : Koor (menghubungi kelompok koor sendiri), Lektor (membacakan Bacaan I dan doa umat, diusahakan dari kerabat mempelai), Misdinar (ditentukan oleh pengurus misdinar), dll.
6. Bunga Altar dan Bunga tangan (untuk dipersembahkan kepada Bunda Maria)
7. Teks Perkawinan. Sebelum diperbanyak, teks sebaiknya dikonfirmasikan kepada Pastor yang akan memberkati.
8. Jika acara pemberkatan akan diabadikan (photo atau video), petugas hendaknya diberitahu untuk menjaga kesakralan dan kekhidmatan acara. Petugas tidak boleh naik ke Panti Imam atau di sekitar altar
9. Menyiapkan sumbangan untuk Gereja : Iurastole (diserahkan langsung kepada Pastor yang memberkati) ; Administrasi (biaya surat-menyurat) ; Dana untuk Kas misdinar ( jika ada petugas misdinar, diserahkan ke Pastor agar diserahkan kepada Pembina Misdinar); Sukarela untuk pemeliharaan Gereja, listrik, sound sistem, dll (diserahkan kepada Pastor Paroki); Stipendium: Jika dirayakan Ekaristi diserahkan kepada Pastor. (MOHON dipertimbangkan pemberian uang Iurastole dan Stipendium dengan melihat / menghitung biaya pesta atau perayaan pernikahan di rumah / di gedung supaya jangan sampai untuk Pastor / Gereja lebih kecil daripada biaya pestanya)

Terima kasih.

Please follow and like us: