“Pembaptisan Pemberian Terbaik Untuk Orang-Orang yang Dikasihi”

“Baptisan yang akan di dampingkan pada anak-anak kita bukanlah atas kemauan kita, tetapi atas perintah Allah yang memanggil kita untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang kita kasihi”

Hal ini disampaikan Romo Antoinius Dwi Rahardjo, SCJ saat homili misa pembaptisan kanak-kanak pada hari Selasa (22/1) lalu. Ada sekitar 20 bayi yang dibaptis yang didampingi para orangtua dan wali baptis.

Sekitar 20 bayi dan anak-anak menerima Sakramen Baptis, Selasa (22/1) di Gereja St Teresia Jambi.

 

Misa pembaptisan ini diawali dengan pertemuan orangtua baptis, Selasa (15/1) dan dilanjutkan dengan pengakuan dosa oleh orangtua sehari sebelum misa. Pembaptisan baik kanak-kanak dan dewasa rutin dilakukan Gereja St Teresia Jambi rata-rata satu bulan sekali.

Sakramen Baptis ini merupakan sakramen pertama yang diterima oleh seorang yang hendak menjadi anggota Gereja Katolik.  Sakramen ini membebaskan penerimanya dari dosa asal yakni dosa Adam dan Hawa turun ke dunia karena melanggar perintah Allah. Dengan dibaptis maka ia  juga ikut ambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Allah dan menjadi landasan persekutuan antar semua umat Kristiani.

Romo Dwi juga menekankan pentingnya peran wali baptis pada perkembangan iman anak baptisnya. Para wali baptis mengemban tanggung jawab besar dalam membimbing anak baptisnya untuk selalu menjadi anak yang mengabdi kepada Tuhan. Ia menyarankan agar wali baptis cukup memiliki satu sampai dua anak baptis saja karena tanggungjawabnya yang besar.

Romo Antonius Dwi Rahardjo mengucurkan air baptis saat misa Pembaptisan Kanak-Kanak, Selasa (22/1).

 

Saat pembaptisan, bayi, orangtua dan wali baptis berdiri di depan altar. Air yang telah diberkati dan dicurahkan ke dahi diiringi dengan ucapan Tanda Salib menjadi tanda pembaptisan. Romo juga mendoakan secara khusus kepada masing-masing bayi saat mengenakan kain baptis dan orangtua memegang lilin baptis yang telah diberkati.

(Teks dan Foto : Gabriella Maroya)