Pembekalan APP 2019 : Mengelola Bumi sebagai Rumah Hidup Bersama

Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2019 yang mengambil tema Literasi Teknologi dan Keutuhan Ciptaan mengajak para umat Katolik untuk menyadari bahwa manusia dengan anugerahnya mengemban tanggung jawab untuk menjaga kelestarian bumi sebagai rumah hidup bersama. Teknologi modern seyogyanya digunakan manusia untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan manusia, bukan malah sebaliknya.

Hal ini disampaikan Romo Pius Pujowiyanto, SCJ saat memberikan pembekalan kepada para suster, prodiakon, prodiakonis, serta perwakilan wilayah dan lingkungan di lingkup Paroki St. Teresia Jambi, Jumat (1/3). Peserta yang hadir akan menjadi pendamping umat dalam Ibadat Renungan APP 2019.

Rm Pius Pujowiyanto, SCJ memberikan pembekalan pendamping Renungan APP 2019

Gereja Katolik memberi perhatian secara khusus kepada kondisi bumi yang terus mengalami kemerosotan. Kerusakan alam terjadi akibat ulah manusia yang lebih memusatkan pada pemenuhan kepentingan dirinya sendiri tanpa memedulikan akibatnya bagi pihak lain.

Ensiklik Laudato Si

Kepedulian Gereja Katolik terhadap lingkungan secara nyata tercermin dalam pandangan Paus Fransiskus yang tertuang dalam ensiklik Laudato Si yang artinya Terpujilah Dia. Ensiklik ini mengambil Santo Fransiskus Asisi sebagai figur sentral yang sangat memerhatikan alam, hewan, dan tumbuhan sebagai bentuk nyata kasih Tuhan kepada manusia.

Paus juga secara pro-aktif melakukan pertemuan dengan Imam Besar Al-Ashar Ahmad Al-tayib salah satu pimpinan pemerintahan Uni Emirat Arab untuk menandatangani dokumen untuk dialog Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama. Sikap konkrit pimpinan tertinggi umat Katolik ini diharapkan diteruskan oleh umat untuk menjalin kerjasama demi perdamaian dan perbaikan lingkungan.

Kerusakan alam berdampak pada terjadinya bencana alam. Pihak yang paling menderita karena bencana alam ini adalah masyarakat miskin serta mahluk lainnya. Umat harus disadarkan kembali bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dengan segala isinya. Manusia yang diciptakan secitra dengan Allah semestinya memiliki pandangan bahwa alam yang diberikan harus tetap dijaga kelestariannya.

Romo Pujo berharap pendalaman iman APP 2019 ini dapat menggerakan umat Katolik untuk bersama-sama  tanpa melihat suku, agama, ras, dan kelompok berperan aktif dalam memperbaiki kondisi lingkungan.

“Bila sudah ada bentuk kegiatannya, kita dapat turut serta. Namun, bila belum,  umat Katolik dapat menjadi pionirnya,” imbuh Pastur Kepala Paroki St Teresia Jambi ini.

Renungan APP 2019 dibagi menjadi lima pertemuan dengan gagasan pokok sebagai berikut :

  1. Mencari Makna Sejati Misteri Alam Semesta
  2. Dialog Besar dan Integral demi Keutuhan Ekologi
  3. Krisis dan Dampak Antroposentrisme Modern
  4. Dilema Kemajuan Teknologi Manusia
  5. Aksi dan Gerakan Konkrit demi Keutuhan Ciptaan
Mengambil buku panduan pendalaman iman APP 2019

Masa Pra-Paskah 2019 sendiri akan diawali dengan Rabu Abu. Paroki  St. Teresia Jambi akan mengadakan misa Rabu Abu pada hari Selasa (3/3) dan Rabu (4/3) di Gereja St Teresia Jambi dan Gereja Santa Maria Ratu Rosari Selincah.

 

(Teks dan Foto : L Andreas Sarwono)