“Prokes : Jangan Kasih Kendor !”

Menyusul keputusan Gubernur Jambi yang mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi peserta didik tingkat SMA, SMK dan SLB pada 16 Februari 2021 lalu, Walikota Jambi mengeluarkan izin PTM bagi PAUD, SD, dan SMP sederajat mulai 01 Maret 2021.

Meskipun pelaksanaan PTM dilakukan secara terbatas, namun kebijakan ini melengkapi adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19 yang telah berlangsung: pembukaan pusat-pusat perbelanjaan dan kegiatan ekonomi, pemberian izin kegiatan acara sosial dan pesta pernikahan, serta kegiatan di rumah-rumah ibadah.

Petugas Tata Laksana memeriksa suhu tubuh umat sebelum memasuki gereja dalam perayaan Natal 2020 di Gereja Katolik St. Thomas, Sleman, Yogyakarta. (Foto ; Antara)

Dengan sudah mulai bergulir kembali semua aspek kehidupan dengan adaptasi kebiasaan baru, bukan berarti pandemi Covid-19 telah berakhir. Protokol kesehatan untuk pandemi covid-19 tetap harus dilaksanakan dengan ketat, tertib, dan sungguh-sungguh.

Karena itu, protokol kesehatan dalam kegiatan ibadat dan perayaan ekaristi di gereja juga harus tetap dijalankan dengan tertib. Petugas Tata Laksana menjadi ujung tombak pelaksanaan  protokol kesehatan (prokes) yaitu memeriksa suhu tubuh umat yang hadir, memastikan umat mencuci tangan sebelum masuk gereja, mengatur tempat duduk, mengatur penerimaan komuni, dan lain-lain.

Dalam ibadat dan ekaristi, Petugas Tata Laksana menjadi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di gereja. Begitu pentingnya Petugas Tata Laksana ini sehingga tidak boleh dipandang sebelah mata dan diabaikan.   

Umat Gereja Kristen Jemaat Pasundan, Lebak, Banten duduk dengan pembatas jarak pada misa perayaan Natal 2020. Upaya ini menjadi bagian dari protkes di masa pandemi Covid-19. (Foto : Antara)

Namun, membangun kesadaran umat adalah yang paling utama. Adalah naif rasanya jika setelah hampir genap 12 bulan (sejak Maret 2020 s.d. Maret 2021) kita semua hidup dalam suasana pandemi lalu menyebut diri tidak mengetahui prokes di dalam gereja.

Maka, mari kita ingatkan kembali kepada semua umat bahwa kegiatan ibadat di gereja harus tetap berpedoman pada prokes sesuai kapasitas gedung gereja untuk masa pandemi. Umat yang hadir wajib mengenakan masker sesuai standar dan bukan masker dari bahan scuba.

“Petugas Tata Laksana ujung tombak pelaksanaan prokes di gereja.”

Yustinus Vena – Ka. DPP St Teresia Jambi

Sementara bagi umat yang merasa sakit, usia anak-anak, dan lansia dianjurkan untuk mengikuti ibadat dan perayaan ekaristi dari rumah secara dalam jaringan (daring atau online). Karena di masa pandemi seperti ini, kita tidak boleh mengedepankan kepentingan diri sendiri, tapi juga memikirkan keselamatan orang lain.

Media informasi tambahan berupa spanduk, alat pengecek suhu, dan masker cadangan, akan diupayakan untuk dilengkapi segera. Alat pengecek suhu akan dikalibrasi secara berkala untuk memastikan keakuratannya.

Akhirnya, mari tetap waspada. Jangan kasih kendor!Ingat, pandemi ini belum berakhir.

(Yustinus Vena Handono – Ketua DPP Santa Teresia Jambi)