Yuk Sisihkan Waktu 5 Menit untuk Periksa Batin, Paus Fransiskus Minta Tidak Tunda Perubahan batin

Paus Fransiskus tiba untuk audiensi umum mingguan di Lapangan St. Petrus di Vatikan pada 27 Februari 2019. (Alberto Pizzoli/AFP)

PAROKITERESIAJAMBI.COM – Umat Katolik seharusnya tidak menyalahgunakan pengampunan Tuhan, untuk terus menerus melakukan dosa demi dosa, meskipun kemurkaan Tuhan terhadap orang-orang yang tidak mau berubah sama besar dengan belas kasihan-Nya, kata Paus Fransiskus.

“Jangan berkata, ‘belas kasihan Tuhan sangat besar, dosaku yang banyak ini pasti akan diampuni’ dan kemudian saya terus melakukan apa yang saya mau,” kata Paus Fransiskus saat Misa pada 28 Februari pagi di kapel kediamannya, Domus Sanctae Marhae.

Paus Fransiskus menyarankan umat Katolik agar meluangkan waktu lima menit di penghujung hari untuk memeriksa batin, merenungkan kegagalan dan mendekatkan diri kepada Kristus.

Dalam homilinya, Paus Fransiskus merenungkan bacaan pertama dari Kitab Sirakh (5:1-8) di mana orang bijak Yahudi itu mengingatkan umat beriman agar tidak terlalu percaya diri di hadapan Tuhan, “dengan melakukan dosa demi dosa” dan menunda perubahan diri sebab “baik belas kasihan maupun kemurkaan ada pada Tuhan; dan geram-Nya turun atas orang jahat.”

Bacaan tersebut mendorong Paus Fransiskus untuk mengatakan kepada umat yang mengikuti Misa, “Jangan menunggu untuk mengubah diri kalian, mengubah hidup, menyempurnakan hidup, mencabut hal-hal buruk.”

Kebajikan merupakan sesuatu yang bertumbuh melalui perbuatan sehari-hari dan melalui renungan tentang tindakan dan pengendalian diri atas obsesi.

Obsesi bukanlah hal buruk, tapi katakanlah seperti ‘darah’ sebab mengandung banyak hal baik. Tetapi jika manusia tidak mampu mengendalikannya, maka obsesi ini akan mengendalikan manusia, kata Paus Fransiskus.

Meluangkan waktu lima menit di penghujung setiap hari untuk merenungkan dan memeriksa batin, kata Paus Fransiskus, “akan sangat membantu kita untuk berpikir dan tidak menunda perubahan hati dan perubahan diri kepada Tuhan.”

Tidak seorang pun mengetahui kapan waktunya akan tiba, kata Paus Fransiskus, dan belas kasihan Tuhan bukan berarti orang bisa terus melakukan apa yang mereka mau.

Sumber: ucanews.com

Please follow and like us: