Dua Kali Diundang Dua Kali Datang, Kenangan Paulus Widyawan di Jambi

Rm Edmund Prier SJ (PML Yogyakarta -Kursus Musik Gereja)
TIBA-TIBA kabar duka tersiar dari Yogyakarta, Paul Widyawan meninggal dunia pada Sabtu (10/8/2019). Gereja kehilangan satu di antara umat terbaiknya.
Sebagian besar umat Katolik mengenal namanya dari Madah Bakti, buku-buku lagu rohani dan artikel.
Sosok ini memang telah menciptakan ratusan lagu, termasuk lagu liturgi. Paul Widyawan memiliki jasa besar terhadap dunia musik Gereja Katolik di Indonesia, termasuk umat Katolik di Jambi.
Paul pernah beberapa kali ke Gereja Santa Teresia Jambi. Kedatangan konduktor dan pencipta lagu ini meninggalkan ingatan kuat bagi orang-orang yang pernah bertemu.
Berikut ini penuturan umat Paroki Santa Teresia Jambi yang pernah bertemu dengan sosok Paul Widyawan.
Seperti penuturan Yohanes Sukadi, yang pernah secara langsung belajar pada sosok ini sekira 14 tahun lalu.
“Bagi umat Katolik Jambi, Paul Widyawan merupakan salah satu sosok penting yang berjasa dalam mengembangkan kemampuan pelayanan liturgi. Pada 2005, Seksi Liturgi DPP Santa Teresia Jambi mengundang  Paul Widyawan untuk melatih petugas liturgi,” kata Yohanes Sukadi, Sabtu (10/8/2019).
Yohanes Sukadi, yang kala itu menjabat Ketua Seksi Liturgi, mengatakan Paul bersama Romo Karl Edmund Prier SJ bersedia memenuhi undangan sebagai narasumber Pelatihan Dirigen dan Organis.
Paul Widyawan
“Tepatnya pada 20-21 Agustus 2005, kami dari Seksi Liturgi bersama dengan Ibu Fransiska, Laurentius Nitung, Jefry L, Agus Winarto dan Bowo Sarjito, mengundang beliau ke Jambi,” tutur dia.
Pelatihan tersebut disambut antusias oleh umat Paroki Santa Teresia Jambi. Sebanyak 32 dirigen dan 27 organis hadir dalam pelatihan yang diselenggarakan di Pondok Kristofel, Kota Jambi.
Kepiawaiannya dalam musik liturgi gereja ditularkan dalam pelatihan tersebut. Hasilnya dirigen dan organis memberikan pelayanan liturgi yang lebih baik kepada umat.
Atas hasil positif tersebut, Seksi Liturgi kembali mengundang Paulus Widyawan dan Rm Prier SJ ke Jambi untuk menjadi narasumber pelatihan dirigen, organis, dan pemazmur.
“Pelatihan kedua tepatnya pada 20-21 Agustus 2010. Dua kali diundang ke Jambi, dua kali Bapak Paulus datang. Tidak ada satupun undangan yang ditolak,” kenang Yohanes Sukadi.
Sasaran peserta pun diperluas dengan juga mengundang umat paroki dari stasi luar kota dan Paroki Dekanat Barat. Sebanyak 74 dirigen, 28 organis, dan 49 pemazmur mengikuti pelatihan yang diadakan di SD Xaverius I Jambi.  Diharapkan para peserta pelatihan dapat membentuk petugas liturgi dan kelompok koor di wilayah atau kategorialnya masing-masing.
Berkat pelatihan tersebut, misa pelayanan di gereja tidak pernah kekurangan tenaga koor dan petugas liturgi. Bahkan, telah terbentuk kelompok koor tingkat lingkungan di beberapa wilayah.
Setelah pelatihan itu, di sela-sela pembicaraan dalam perjalanan menuju Bandara Jambi, Paul Widyawan mengungkapkan rasa sukacitanya karena Paroki St. Teresia Jambi berhasil mengadakan dua kali pelatihan berturut-turut.
“Beliau menawarkan untuk mengadakan lokakarya guna membuat lagu-lagu liturgi bernuansa daerah Jambi,” tutur Yohanes Sukadi.
Lagu liturgi yang diaransemen dengan memasukkan nuansa lagu daerah menjadi karyanya yang tak akan lekang dimakan waktu.
Terimakasih Bapak Paul Widyawan atas pengabdian dan pelayanan terhadap gereja. Selamat jalan, Bapak, semoga bersatu dengan para Kudus dan Bapa di Kerajaan Surga. (*)
Please follow and like us: